batuk

Sering Batuk? Ini Cara Mengobatinya

cara mengatasi batuk

Batuk sering disalahpahami sebagai suatu penyakit padahal bukan. Apa sebenarnya batuk itu? Artikel ini membahas mengenai batuk, jenis-jenis batuk, penyebab dan cara menanganinya.

Batuk merupakan keluhan yang sangat umum kita jumpai dan alami dalam kehidupan kita sehari-hari. Baik bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa hingga para manula hampir semua pernah mengalami batuk dengan intensitas dan jangka waktu yang berbeda-beda.

Seseorang bisa saja mengalami keluhan berupa batuk kering maupun batuk berdahak di mana keduanya sangat mengganggu kenyamanan si penderita karena membuat mereka mengeluarkan banyak energi untuk batuk, mengganggu kenyamanan tidur, mengganggu ketenangan dan konsentrasi kerja serta mengganggu sosialisasi mereka dengan rekan dan orang terdekat lainnya. Pada kasus tertentu batuk bahkan bisa menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala yang hebat, sakit atau nyeri di dada, mengompol serta berkeringat berlebih. Mungkin pertanyaan ini sepele, bahkan tidak pernah terpikir oleh Anda sebelumnya. Tetapi, tahukah Anda apa sebenarnya batuk itu, jenis-jenisnya serta cara pengobatan terbaiknya?

Sebelum Anda mengobati batuk dengan memilih salah satu obat batuk kepercayaan Anda dari sekian banyak macam obat batuk yang banyak tersedia di pasaran, ada baiknya Anda mengenal lebih dekat mengenai batuk. Dengan mengenal jenis-jenis batuk maupun cara mengobatinya dengan baik, Anda akan dapat memilih cara penanganan serta pengobatan yang paling tepat.

Apa Itu Batuk?

Pada dasarnya, batuk merupakan reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing dan lendir yang menyumbat saluran pernapasan kita. Penyebab batuk bisa karena alergi terhadap sesuatu seperti debu, bulu binatang, udara lembab, serbuk tumbuhan, atau karena peka terhadap asap dan lain sebagainya. Batuk juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu seperti kanker paru-paru, asma, bahkan obat-obatan tertentu juga dapat memicu timbulnya batuk.

Perlu kita ketahui bahwa batuk itu sendiri bukan merupakan sebuah penyakit, melainkan gejala yang ditunjukkan oleh tubuh karena adanya sesuatu yang tidak beres dalam sistemnya. Tetapi batuk juga dapat menjadi salah satu gejala dari masalah kesehatan tertentu yang diderita oleh tubuh pasien.

Simak terus ulasan di bawah ini untuk informasi yang lebih lengkap mengenai batuk.

Jenis-Jenis Batuk

Ada beberapa jenis batuk yang perlu kita perhatikan. Mengenal masing-masing jenis tersebut sangat penting bagi kita karena dapat membantu kita dalam mencari pengobatan dan penanganan yang paling tepat dan efektif.

Berdasarkan jangka waktu atau lama terjadinya, batuk dibagi menjadi:

1. Batuk Akut

Batuk akut umumnya berdurasi kurang dari 3 minggu. Penyebab umum dari batuk jenis ini adalah karena demam atau adanya infeksi pada saluran pernapasan seperti flu, paru-paru basah atau batuk rejan. Jika faktor penyebabnya sudah diobati, maka jenis ini akan hilang dengan sendirinya.

2. Batuk Semi Akut

Jangka waktu dari batuk jenis ini adalah 3 hingga 8 minggu. Walaupun demam , infeksi saluran pernapasan pada si penderita ataupun penyebab lain sudah diobati, batuk jenis ini masih tetap berlanjut hingga jangka waktu seperti yang sudah disebutkan di atas.

3. Batuk Kronis

Jenis ini berlangsung lebih dari 8 minggu. Berikut beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya batuk kronis, yaitu antara lain:

  • Kanker paru-paru:

Mereka yang terkena kanker paru-paru umumnya adalah para perokok yang dahulu biasa merokok. Kanker paru bisa memicu terjadinya batuk kronis.

  • Gagal Hati

Gagal hati adalah kondisi ketika hati tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan cairan dalam tubuh dan mengarah pada terjadinya berbagai gejala tubuh yang tidak sehat. Penumpukan cairan di paru-paru akibat kondisi di atas dapat memicu terjadinya batuk kronis.

  • ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)
  • Asma

Penyakit paru-paru jangka panjang dimana terjadi infeksi dan penyempitan pada saluran pernapasan

  • Naiknya asam lambung ke tenggorokan juga dapat memicu terjadinya batuk kronis.

Sedangkan berdasarkan sifatnya, batuk dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Batuk Berdahak (Batuk Produktif)

Batuk produktif adalah jenis batuk yang menghasilkan atau mengeluarkan lendir atau dahak. Jenis ini sebaiknya tidak diberi obat antitusif atau penekan batuk karena dengan batuk, si penderita dapat mengeluarkan lendir yang ada di saluran pernapasannya.

Penyebab dari batuk produktif antara lain:

  • Penyakit yang disebabkan oleh virus.

Adalah normal jika Anda sedang mengalami demam atau flu, umumnya Anda juga akan mengalami batuk produktif. Batuk seperti ini biasanya dipicu oleh lendir yang mengalir di tenggorokan

  • Infeksi

Infeksi pada paru-paru maupun saluran pernapasan atas dapat memicu terjadinya batuk berdahak. Batuk jenis ini dapat menjadi salah satu gejala dari penyakit seperti paru-paru basah, bronkitis, sinusitis atau TBC.

  • Penyakit Paru-paru Kronis

Batuk berdahak bisa jadi merupakan tanda bahwa penyakit kronis pada paru-paru si pasien mulai memburuk atau telah terjadi infeksi.

  • Asam Lambung yang naik ke tenggorokan

Batuk berdahak akan terjadi karena asam lambung naik hingga ke tenggorokan sehingga akan membangunkan di pasien dari tidur.

  • Merokok

Batuk berdahak yang dialami oleh mereka yang terbiasa merokok seringkali merupakan gejala terjadinya kerusakan pada paru-paru atau iritasi pada leher dan tenggorokan.

2. Batuk Kering

Batuk kering adalah batuk yang tidak menghasilkan lendir atau dahak. Umumnya, batuk jenis ini terjadi karena si pasien terpapar sesuatu yang mengganggu mereka seperti debu, asap, bulu binatang atau serbuk tanaman tertentu. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat beberapa penyebab dari batuk jenis ini.

Penyebab dari batuk kering antara lain:

  • Penyakit yang disebabkan oleh virus

Setelah seseorang mengalami demam, batuk seringkali merupakan salah satu keluhan yang menyertainya dan bisa berlangsung hingga beberapa minggu. Pada kasus ini, si pasien akan merasakan batuknya menjadi parah pada malam hari.

  • Alergi

Beberapa orang alergi terhadap sesuatu sehingga memicu terjadinya batuk kering atau bersin-bersin.

  • Obat-obatan tertentu

Kandungan bahan tertentu yang terdapat pada obat penurun tekanan darah dapat memicu terjadinya batuk kering.

  • Paparan debu, asap, uap dan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja seseorang dapat memicu batuk kering
  • Asma

Batuk kering kronis dapat menjadi salah satu gejala dari penyakit asma selain gejala-gejala lain seperti sesak napas, napas berbunyi atau dada terasa sesak.

  • Tersedak

Seseorang yang secara tidak sengaja menelan sesuatu atau obat dan menyangkut di tenggorokan dapat mengalami batuk jenis ini.

Cara Mengobati dan Menangani Batuk

Cara terbaik untuk menangani dan mengobati batuk adalah dengan mengobati penyebabnya. Namun, jika penyebab dari batuk yang Anda alami tidak diketahui, biasanya dokter akan memberikan resep berupa obat batuk untuk membantu mengurangi intensitas batuk, terutama jika batuk sudah sangat mengganggu kenyamanan Anda sebagai penderitanya. Selain membantu si pasien dalam mengurangi intensitas batuk, obat tersebut juga akan membantu mengencerkan dahak (jika yang Anda derita adalah batuk berdahak) sehingga memperlancar Anda dalam mengeluarkan dahak.

Beberapa jenis obat yang umum diberikan dengan resep dokter antara lain:

  • Antitusif atau suppressants – Fungsi dari obat ini adalah untuk meredakan batuk. Biasanya akan diberikan jika pegobatan lain belum berhasil. Hingga kini, belum ada bukti bahwa obat batuk yang bebas dijual di pasaran dapat meredakan batuk.
  • Ekspektoran – Berfungsi untuk mengencerkan dahak sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan oleh tubuh ketika batuk.
  • Bronchodilators – Berfungsi untuk melonggarkan saluran pernapasan kita

Selain obat yang diberikan oleh dokter, hal-hal berikut ini juga dapat membantu meredakan batuk serta melegakan tenggorokan dari gangguan dahak atau lendir:

  • Menggunakan cool-mist humidifier dalam ruangan
  • Melakukan terapi uap atau mandi air hangat/panas
  • Mengkonsumsi banyak cairan yang bisa didapat dari minuman, buah-buahan, jus maupun sup

Berikut cara penanganan dan pengobatan batuk berdasarkan penyebabnya:

  • Infeksi Sinus

Jika penyebab dari batuk yang Anda alami adalah karena infeksi sinus, maka dokter akan meresepkan antibiotik sebagai pengobatannya. Ada kemungkinan juga, dokter akan menyarankan obat yang disemprotkan ke dalam hidung untuk mengurangi gangguan sinus tersebut.

  • Alergi

Jika batuk yang dialami disebabkan oleh alergi, maka penanganan terbaik adalah sedapat mungkin menghindari faktor yang memicu terjadinya alergi.

  • Asma

Jika batuk yang Anda alami terjadi karena Anda mengalami asma, maka solusi terbaik adalah dengan menghindari hal-hal yang dapat memperburuk kodisi asma Anda tersebut. Jangan lupa untuk terus mengkonsumsi obat asma sesuai dengan anjuran dokter.

  • Naiknya Asam Lambung Ke Kerongkongan

Apabila asam lambung merupakan penyebab dari batuk Anda, maka dokter biasanya akan memberikan obat yang dapat membantu mengurangi produksi asam lambung Anda. Memberi jeda waktu antara 3 hingga 4 jam setelah makan baru tidur serta memposisikan kepala Anda lebih tinggi dari badan ketika berbaring juga dapat membantu mengurangi keluhan Anda.

  • Merokok

Tidak ada cara lain selain Anda berhenti dari merokok jika memang peyebab dari batuk Anda adalah karena rokok.

  • Berbagai Penyakit Yang Berhubungan Paru-paru

Jika penyebab dari batuk adalah karena infeksi saluran pernapasan, bronchitis, kanker paru-paru maupun gagal hati, maka sousi terbaik yang dapat dilakukan oleh si pasien adalah dengan mengikuti prosedur pengobatan dan terapi yang disarankan oleh dokter terhadap masing-masing penyakit tersebut.

  • Obat-obatan

Apabila obat-obatan menjadi penyebab batuk Anda, maka dokter mungkin akan memberikan resep obat yang baru kandungan di dalamnya tidak memicu terjadinya batuk.

Obat Herbal Untuk Batuk

Karena obat-obatan yang diresepkan oleh dokter maupun yang banyak dijual di pasaran mengandung bahan kimia, maka obat tersebut tidak baik untuk anak dan ibu hamil dan menyusui. Jika salah satu anggota keluarga Anda, terutama anak-anak dan ibu hamil dan menyusui sebaikya hindari penggunaan obat-obatan yang mengandung bahan kimia dan berikan obat herbal sebagai gantinya.

Berikut contoh obat herbal yang aman dan dapat diberikan untuk anak dan ibu hamil dan menyusui:

  • Teh hangat atau air hangat dengan perasan jeruk lemon yang dicampur madu.

Perhatikan bahwa madu sebaiknya tidak diberikan kepada anak usia di bawah 2 tahun karena ada kemungkinan terjadi keracunan.

Nah, semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Anda dalam memilih perawatan yang tepat untuk mengatasi batuk.

sumber:

Cough
Why You Cough
Cough
Sarah-Rose

Summary
Jenis-jenis Batuk Dan Cara Mengobatinya
Article Name
Jenis-jenis Batuk Dan Cara Mengobatinya
Description
Batuk sering disalahpahami sebagai suatu penyakit padahal bukan. Apa sebenarnya batuk itu? Artikel ini membahas mengenai batuk, jenis-jenis batuk, penyebab dan cara menanganinya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *