cantik sehat

Meningkatkan Kesehatan dengan Bernafas Secara Benar

cantik sehat

Artikel ini akan memberi tahu apakah selama ini cara bernafas Anda sudah benar, bagaimana pernafasan yang benar itu dan apa saja manfaatnya bagi tubuh dan hidup Anda.

Tahukah Anda bahwa cara bernafas yang paling umum dilakukan manusia (mungkin termasuk Anda) mungkin sekali tidak baik bagi tubuh Anda beserta fungsi-fungsinya?

Ya! Tanpa sadar mungkin Anda telah mengacaukan tidur, mood, pencernaan, jantung, sistem saraf, otot, otak dan bahkan perkembangan struktur gigi dan wajah Anda. Seperti apakah kebiasaan bernafas yang salah? Amati dari ketujuh tanda berikut:

  1. Anda menghirup nafas dengan dada. Saat Anda menarik nafas, Anda dapat memperhatikan apakah dada Anda merupakan yang bergerak pertama kali, biasanya naik ke atas atau sedikit maju. Jika ya, ini adalah tanda bahwa pernafasan Anda dangkal atau pernafasan yang menggunakan dada bagian atas.

  2. Tulang rusuk Anda tidak melebar ke samping. Letakkan tangan Anda di salah satu sisi tulang rusuk Anda saat bernafas, Anda dapat memperhatikan apakah tangan Anda bergerak ke samping sekitar 4-5 cm selagi tubuh Anda melebar. Jika tidak, hal ini juga dapat menandakan pernafasan yang dangkal.

  3. Bernafas menggunakan mulut. Apakah Anda mendapati bahwa meskipun tidak sedang berolahraga, Anda biasanya membuka mulut saat bernafas? Kecuali Anda menderita infeksi sinus atau sesak nafas yang menyebabkan Anda kesulitan bernafas melalu hidung, mulut Anda harus tertutup saat Anda bernafas dari kedalaman rongga hidung Anda.

  4. Otot leher bagian atas, dada dan bahu Anda kaku. Apakah terdapat banyak tekanan pada otot di sekeliling dan di bawah leher Anda? Apakah otot-otot tersebut terasa sakit, lunak, atau kencang? Jika ya, hal ini juga dapat berarti bahwa Anda telah melakukan pernafasan yang dangkal atau stres terlalu lama.

  5. Anda sering menghela nafas atau menguap. Apakah setiap beberapa menit Anda perlu menarik nafas dalam, menghela nafas atau menguap? Ini merupakan tanda bahwa tubuh Anda tidak memperoleh cukup oksigen dengan cara bernafas Anda yang biasanya.

  6. Laju pernafasan Anda cepat. Laju pernafasan yang normal dan rileks kira-kira sebanyak 10-12 pernafasan per menit. Jika laju pernafasan Anda melebihi 12, maka Anda bernafas terlalu cepat dan dangkal.

  7. Tubuh Anda membungkuk. Kontrol diafragma yang tidak baik dapat menyebabkan otot-otot tertentu memendek dan mengencang. Pada umumnya yang terkena ialah otot dada dan otot bagian depan bahu Anda. Jadi jika Anda membungkukkan kepala atau bahu Anda, hal ini dapat menjadi pertanda bahwa Anda tidak mempergunakan diafragma Anda saat bernafas.

Konsekuensi Pernafasan yang Buruk

Kebiasaan bernafas yang salah dapat menimbulkan banyak efek negatif yang tidak terduga pada kesehatan kita, antara lain:

  • Sistem saraf menjadi tidak seimbang – Bernafas merupakan hal yang sangat penting dalam mempertahankan tubuh yang seimbang karena setiap tarikan nafas memiliki dampak langsung pada sistem saraf. Menarik nafas dapat diibaratkan dengan menekan pedal gas sedangkan menghembuskan nafas dengan menekan pedal rem. Kebiasaan bernafas yang salah, seperti bernafas pendek-pendek (dangkal) atau yang dipaksakan, akan mengakibatkan tubuh menegang dan menimbulkan stres yang lebih tinggi.
  • Jalur udara menyempit – Yang mengakibatkan udara susah masuk dan keluar paru-paru. Untuk mengatasi hal itu, tubuh kita bekerja lebih keras dan bernafas lebih cepat untuk mencapai kebutuhan udara yang diperlukan.
  • Pembuluh darah menyempit – Yang akan berujung pada naiknya tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras.
  • Energi yang dihasilkan berkurang – Cara bernafas yang salah akan mengurangi kemampuan tubuh untuk mengirimkan oksigen ke sel-sel. Sel-sel menjadi stres dan akan memrioritaskan fungsinya untuk bertahan hidup alih-alih untuk perkembangan.
  • Pernafasan yang terlalu cepat dan tarikan nafas yang kurang dalam juga dapat meningkatkan pH darah. hal ini dapat menyebabkan turunnya suplai darah ke otak dan otot sehingga oksigen yang diterima oleh keduanya menjadi berkurang.

Setiap proses dalam tubuh kita membutuhkan oksigen. Beberapa organ tubuh kita yang bekerja dengan sangat intensif ialah:

aliran darah

  • Otak – Menggunakan 15-20% oksigen yang kita hirup. Jika terjadi kekurangan oksigen maka otak akan bekerja lebih lamban dan karena otak mengatur banyak fungsi-fungsi tubuh maka fungsi-fungsi ini juga akan terpengaruh.
  • Jantung – Aktif secara terus-menerus dan berdetak sekitar 100.000 kali dalam sehari sehingga menjadi pemakai oksigen terbanyak dan kekurangan oksigen dapat menyebabkan jantung tidak optimal dalam memompa darah secara efektif. Hal ini akan mengakibatkan buruknya peredaran darah dan menyebabkan tangan dan kaki menjadi dingin.
  • Otot – Kekurangan oksigen akan berdampak negatif terhadap stamina karena otot akan menjadi kaku, tegang dan lelah lebih cepat.

Lalu bagaimana cara bernafas yang benar? Cara bernafas yang benar tidak hanya akan memberikan lebih banyak energi dan meningkatkan kesehatan, tetapi juga akan mengurangi stres dan kecemasan yang akan berujung pada meningkatnya kualitas hubungan Anda dengan orang lain dan membuat hidup menjadi lebih bahagia.  Ingin tahu caranya?

Bernafas dengan Sadar

Bernafas secara benar berarti bernafas dengan cara yang optimal secara fisiologis bagi tubuh Anda sehingga metabolisme bisa tetap tinggi dan oksigen terkirim dengan baik ke jaringan-jaringan vital. Sayangnya, cara ini hampir tidak pernah diajarkan kepada kita. Kebanyakan dari kita bernafas terlalu banyak (over-breathing), menahan nafas dan/atau bernafas secara dangkal. Pola-pola pernafasan ini sangat membebani tubuh kita dan dapat menyebabkan kekurangan oksigen dan energi.

Masalah ini dapat diatasi dengan bernafas secara sadar dan membentuk ulang kebiasaan bernafas Anda.

5 Prinsip Sederhana Bernafas Secara Benar

Inilah cara-cara yang dapat Anda pergunakan agar 25.000 tarikan dan hembusan nafas yang Anda lakukan setiap hari menjadi lebih bermanfaat bagi tubuh Anda. Begitu Anda terbiasa melakukannya, Anda akan merasakan manfaatnya:

1. Bernafaslah melalui hidung
Nafas harus masuk dan keluar melalui hidung. Hidung Anda ibarat pabrik yang menyaring dan menyiapkan udara yang masuk agar dapat digunakan oleh tubuh seefektif mungkin. Jika Anda bernafas lewat mulut, paru-paru akan memperoleh lebih banyak udara “mentah”, dingin, kering tak tersaring yang penuh virus dan bakteri.

Jika Anda merasa kesulitan bernafas melalui hidung atau terasa berat saat melakukannya, itu berarti Anda telah terbiasa bernafas lewat mulut sekian lama dan hidung Anda telah beadaptasi. Biasanya tidak akan memakan waktu lebih dari beberapa hari agar hidung Anda mulai terbiasa lagi digunakan untuk bernafas.

2. Bernafaslah menggunakan diafragma
Udara yang Anda hirup harus masuk ke perut Anda. Otot-otot pernafasan Anda terdiri dari diafragma dan otot-otot di bagian perut, dada, leher dan bahu.

70-80% suara saat menghirup nafas harus berasal dari diafragma sehingga pernafasan Anda akan dalam dan bagus. Hal ini memberikan keuntungan-keuntungan sebagai berikut:

  • Membantu paru-paru Anda dalam pertukaran udara yang sejatinya akan lebih efektif bila dilakukan jauh di bawah paru-paru.
  • Diafragma akan mengurut hati, perut dan usus dan memberikan organ-organ ini keseimbangan ritmis.
  • Sistem limfa, yang penting untuk sistem kekebalan tubuh kita, akan terbantu dalam tugasnya menyingkirkan limbah tubuh dari usus.
  • Tekanan pada dada dan perut akan menurun sehingga meringankan kinerja jantung.
  • Kerja otot akan menjadi lebih efektif karena otot yang biasanya dipergunakan untuk bernafas dengan tidak benar akan kembali ke fungsinya yang semula.
  • Karena dada menjadi lebih rileks maka leher dan bahu juga akan rileks dan akan mengurangi rasa sakit pada area ini (jika ada sebelumnya).

3. Bernafaslah dengan rileks
Apa pun yang akan kita lakukan, kita akan melakukannya dengan lebih baik jika kita rileks. Karena cara bernafas kita menggambarkan pikiran, perasaan dan tubuh fisik kita maka situasi-situasi yang membuat kita merasa tegang juga akan membuat pernafasan kita tegang dan mengalami stres. Cara bernafas yang seperti ini akan menyebabkan berkurangnya oksigen yang pada gilirannya akan membuat tubuh dan otak bahkan lebih stres.

Dengan mengendalikan pernafasan kita dan membuatnya lebih rileks, tubuh kita akan menyesuaikan diri dan menjadi rileks sehingga fungsi-fungsi tubuh secara umum akan membaik.

Jika tubuh rileks, kesehatan membaik, energi berlimpah dan hasilnya akan menjadi lebih mudah bagi kita untuk mencintai diri sendiri dan orang lain.

4. Bernafaslah secara berirama
Semua memiliki iramanya yang alami – ombak di pantai, musim, bulan. Begitu juga dengan tubuh Anda. Irama jantung diukur oleh EKG sedangkan otak oleh EEG.

Hormon-hormon dalam tubuh mengikuti irama alami kita. Salah satu contohnya ialah melatonin yang dilepaskan saat kita hendak tidur.

Begitu pula dengan pernafasan yang optimal, dalam nafas yang berirama teraturlah kita dapat menyehatkan tubuh kita. Jika semuanya selaras maka tubuh akan menjalankan fungsi terbaiknya.

5. Bernafaslah dengan tidak bersuara
Batuk, mendengkur, mengisak dan lain-lain merupakan jenis-jenis pernafasan yang tidak optimal yang tidak kita sadari.

Mudah sekali mengacuhkan semua suara-suara yang kita buat ini tetapi pola pernafasan yang banyak mengeluarkan suara membuat tubuh menjadi tegang. Pernafasan alami kehilangan iramanya sehingga manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh darinya hilang.

Sebelum kita batuk biasanya kita menarik nafas panjang yang mengacaukan pola pernafasan kita. Sedangkan mendengkur membuat kita harus bernafas lebih cepat.

Banyak dari kita yang bernafas dengan cepat dan bahkan dengan bersuara saat kita berbicara. Semua ini dapat merusak pola pernafasan kita.

5 Cara Mudah untuk Bernafas Secara Benar

1. Bernafas secara sadar – Sadarilah bagaimana Anda bernafas dalam waktu-waktu tertentu dalam sehari. Anda dapat menggunakan alarm setiap beberapa jam sekali untuk mengingatkan Anda memeriksa pola pernafasan Anda. Apakah Ada bernafas dengan rileks, berirama, tidak bersuara dan dalam melalui hidung Anda? Apakah pernafasan Anda masih dapat diperbaiki?

2. Bernafaslah melalui hidung – Mulut yang tertutup, dengan lidah menempel pada langit-langit mulut akan memastikan pernafasan masuk dan keluar lewat hidung. Jika hidung Anda tersumbat, lakukan perawatan sinus.

3. Hembuskan nafas panjang – Hembusan nafas yang panjang akan meningkatkan relaksasi dan membuat Anda dapat menarik nafas panjang dan lebih berirama. Untuk pernafasan yang optimal tarik nafas selama 2-3 detik, hembuskan selama 3-4 detik dan diikuti jeda selama 2-3 detik. Hembusan nafas panjang juga memiliki dampak yang positif di mana penarikan nafas dapat menjadi lebih panjang dan dalam.

4. Postur tubuh tegak – Postur tubuh yang tegak akan membantu Anda bernafas dalam di mana diafragma akan memiliki lebih banyak ruang untuk bekerja. Hal ini akan memengaruhi pikiran dan perasaan Anda secara positif dan pada saat yang bersamaan bernafas melalui hidung menjadi lebih mudah.

5. Kesadaran tubuh – Ketahuilah kapan tubuh Anda menegang dan rileks dalam situasi yang berbeda-beda. Tubuh yang rileks memudahkan pernafasan yang berirama dan santai.

sumber: How to Breathe Properly – A (Surprisingly Important) Complete Guide, How to Breathe the Right Way

gamber: pollianapoltronieri

Summary
Cara Bernafas Yang Benar
Article Name
Cara Bernafas Yang Benar
Description
Cara bernafas yang benar tidak hanya akan memberikan lebih banyak energi dan meningkatkan kesehatan, tetapi juga akan mengurangi stres dan kecemasan yang akan berujung pada meningkatnya kualitas hubungan Anda dengan orang lain dan membuat hidup menjadi lebih bahagia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *